Negeri 5 Menara

Monday, March 5, 2012


NOVEL
Judul: Negeri Lima Menara
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: - 2009

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan.

Imam Syafii'

Penulis adalah Ahmad Fuadi, anak Minang yang berbagi cerita hidupnya di masa sekolah di Pondok Modern Gontor Ponorogo (yang kemudian disebutkan di novel sebagai Pondok Madani-PM). Penggunaan bahasa minang asli yang banyak didalam penulisan membuatkan LIBL terkonang juo! Bukit Tinggi, Padang yang sejuk dan hijau.

Padang, negeri kelahiran Abuya Hamka. Maka rama ibubapa yg mahu anak-anak mereka mengikuti jejak. Namun, bg Fuadi dia lebih selesa memilih jalan yg lain. Disebabkan biaya yg mahal dan desakkan akhirnya dia menurut.

LIBL tak sangka sekolah pondok disana menggunakan bahasa inggeris & arab sebagai kata pengantar disekolah.

0 comments: